Saham INCO Merosot 31 Persen dalam Sebulan, Vale Indonesia Perkuat Jajaran Komisaris
By Admin

Ilustrasi Tambang
nusakini.com, Di tengah penurunan harga saham yang mencapai lebih dari 30 persen dalam satu bulan terakhir, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) melakukan perubahan susunan dewan komisaris sebagai bagian dari penguatan tata kelola dan transformasi bisnis perusahaan.
PT Vale Indonesia Tbk melakukan penyegaran jajaran komisaris setelah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) menyetujui sejumlah perubahan dalam struktur pengurus perusahaan.
RUPST menerima pengunduran diri Emily Olson dari posisi Wakil Presiden Komisaris serta Christopher McCleave dari jabatan Komisaris. Perseroan menyampaikan apresiasi atas kontribusi keduanya selama menjalankan tugas.
Sebagai pengganti, pemegang saham menyetujui pengangkatan Kristina Gauthier sebagai Wakil Presiden Komisaris, Patricia Renee Pegues sebagai Komisaris, dan Adam MacMillan sebagai Komisaris.
Manajemen menilai perubahan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kepemimpinan perusahaan di tengah dinamika industri mineral kritis yang terus berkembang.
Perseroan menyebut komposisi baru dewan komisaris diharapkan mampu mendukung kesinambungan transformasi bisnis, termasuk pengembangan berbagai proyek strategis yang sedang dijalankan.
Langkah tersebut dilakukan di tengah tekanan yang masih membayangi saham INCO. Pada perdagangan Selasa (2/6/2026), harga saham perusahaan berada di level Rp4.730 per saham.
Dalam kurun 30 hari terakhir, saham INCO tercatat turun sekitar 31,2 persen atau kehilangan 2.145 poin. Penurunan tersebut terjadi di tengah fluktuasi sektor pertambangan dan sentimen pasar terhadap komoditas nikel.
Meski demikian, perusahaan tetap mencatat kinerja operasional yang positif sepanjang 2025. Vale Indonesia membukukan laba bersih sebesar US$76 juta, naik 32 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pendapatan mencapai US$990 juta.
Presiden Direktur dan CEO Vale Indonesia Bernardus Irmanto menegaskan perusahaan akan terus melanjutkan transformasi menuju perusahaan tambang mineral kritis yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
Menurutnya, pengembangan proyek-proyek hilirisasi, termasuk proyek High Pressure Acid Leach (HPAL), menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok nikel global.
Dengan perubahan kepemimpinan dan fokus pada pengembangan proyek strategis, Vale Indonesia berharap dapat menjaga momentum pertumbuhan sekaligus menjawab tantangan industri yang semakin kompetitif. (*)